Home / Uncategorized

Selasa, 26 Februari 2019 - 02:15 WIB

16 Adab Isteri Terhadap Sang Suami

Seorang wanita dan seorang pria adalah dua orang yang mengikat diri mereka sendiri dengan pernikahan. Setiap orang memiliki hak dan kewajiban, juga terkait dengan adat istiadat. Dalam bukunya Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Cairo, Al-bah At-Taufiqiyyah, hal. 442), Imam Al-Ghazali menjelaskan adat-istiadat wanita terhadap suaminya sebagai berikut:

آداب المرأة مع زوجها: دوام الحياء منه، وقلة المماراة له، ولزوم الطاعة لأمره، والسكون عند كلامه، والحفMaktaظ له في غيبته، وترك الخيانة في ماله، وطيب الرائحة، وتعهد الفم ونظافة الثوب، وإظهار القناعة، واستعمال الشفقة، ودوام الزينة، وإكرام أهله وقرابته، ورؤية حاله بالفضل، وقبول فعله بالشكر، وإظهار الحب له عند القرب منه، وإظهار السرور عند الرؤية له..

Artinya: “Adab istri terhadap suami, yakni: selalu merasa malu, tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara,  menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami, menjaga badan tetap berbau harum, mulut berbau harum dan berpakaian bersih, menampakkan qana’ah, menampilkan sikap belas kasih, selalu berhias, memuliakan kerabat dan keluarga suami, melihat kenyataan suami dengan keutamaan, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.” 


Berdasarkan kutipan di atas, enam belas adab seorang istri kepada suaminya dapat digambarkan sebagai berikut:

Pertama, selalu malu pada suami. Seorang wanita pasti masih malu dengan suaminya, meskipun dia bukan lagi pengantin baru. Tentu saja, rasa malu dalam konteks ini adalah rasa malu dalam arti positif, seperti rasa malu ketika bau badan menyebabkan ketidaknyamanan; bingung terlihat menarik; atau malu karena perilaku buruk dll.

Kedua, sedikit diskusi. Percakapan yang panjang dapat menimbulkan ketegangan dan konflik. Seorang istri tidak boleh berdebat dengan suaminya tentang hal-hal yang tidak perlu. Namun, diskusi serius dengan pasangan untuk mencari solusi terbaik dari masalah tidak boleh dihindari. Sebenarnya bagus untuk diskusi.

Ketiga, selalu ikuti perintahnya. Mematuhi suami adalah kewajiban. Akan tetapi, jika perintah laki-laki itu bertentangan dengan syara’, maka pihak perempuan dapat menolaknya, namun untuk menolaknya diperlukan kesopanan dan tata krama yang baik. Atau wanita dapat menawarkan alternatif lain untuk perintah pria.

Keempat, diamlah ketika suamimu berbicara. Seorang wanita harus mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan suaminya. Jika dia mengakhiri percakapan, yang terbaik adalah meminta persetujuannya terlebih dahulu. Jika ternyata pihak pria tidak memberikan izin, sebaiknya pihak wanita diam dan tidak memprotes dengan keras agar tidak terjadi ketegangan.

Kelima, menjaga kehormatan pria itu dalam ketidakhadirannya. Seorang wanita harus tetap berperilaku baik, bahkan ketika suaminya tidak di rumah. Dalam situasi seperti itu, seorang wanita tidak boleh mengambil kesempatan untuk memanjakan hasratnya, misalnya, dengan asosiasi yang sangat longgar. Hal ini sangat tidak baik karena dapat menyebabkan pencemaran nama baik.

Keenam, jangan ingkar dalam mengurus harta suami. Seorang wanita adalah orang yang paling dipercaya suaminya dalam pengelolaan hartanya. Kepercayaan ini tidak boleh dikhianati oleh pemborosan yang tidak perlu. Apalagi jika properti tersebut digunakan untuk hiburan, yang pasti akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Ketujuh, jagalah harum tubuhmu. Seorang wanita harus menjaga aroma tubuhnya agar suaminya merasa nyaman berada di dekatnya. Namun, bukan berarti seorang wanita harus mandi dengan parfum. Mandi teratur dengan air dan sabun wangi adalah cara termudah untuk menjaga kesegaran tubuh.

Kedelapan, mulut harum dan pakaian bersih. Perhatian seorang wanita harus diberikan tidak hanya pada bau badan, tetapi juga pada bau mulut yang selalu segar. Begitu pula dengan pakaian yang dikenakannya setiap hari harus bersih. Semua ini untuk memudahkan mereka berkomunikasi baik di dalam maupun di luar rumah.

Kesembilan, menunjukkan qana’ah. Seorang wanita tidak boleh menuntut lebih dari yang bisa diberikan suaminya. Dia harus bersyukur terlepas dari ukuran atau sifat hadiahnya. Namun, bukan berarti seorang istri tidak boleh menyemangati dan mendoakan suaminya untuk berkembang secara finansial atau dalam bidang lainnya.

Kesepuluh, tunjukkan belas kasihan. Seorang istri harus bersikap ramah kepada suaminya atas segala usahanya. Jangan tinggalkan dia dengan kasar atau bahkan menindas orang yang kondisinya lemah, seperti ketika dia sakit. Selanjutnya, dia sengaja menyakiti perasaannya dengan penghinaan yang mempermalukannya. Namun, dia harus mencintai suaminya dengan sepenuh hati. .

Kesebelas, selalu hias. Seorang wanita harus selalu tampil menarik di depan suaminya. Ini memiliki banyak keuntungan, misalnya pria nyaman di rumah dan tidak perlu mencari alasan untuk keluar rumah.

Keduabelas, memuji kerabat dan keluarga pria itu. Seorang wanita harus selalu tahu bahwa seorang pria biasanya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kerabat dan keluarganya. Oleh karena itu, seorang wanita harus dapat memperlakukan kerabat dan keluarga suaminya dengan hormat tanpa mempertanyakan status sosial mereka.

Ketigabelas, melihat dengan bajik realitas pasangan. Apapun situasi pria, wanita harus bisa menerimanya sebagai kenyataan. Ketika seorang pria dalam keadaan sehat, seorang wanita harus bersyukur dan bahagia. Kalau tidak, wanita itu harus bersabar. Syukur dan sabar adalah keutamaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Keempatbelas, terimalah dengan rasa syukur hasil kerja suamimu. Berapapun penghasilan pria, wanita harus bersyukur. Mensyukuri nikmat-Nya, Allah menambahkan banyak kenikmatan lainnya.

Kelimabelas, menunjukkan kasih sayang kepada suaminya saat berada di dekatnya. Seorang wanita harus selalu menunjukkan cintanya kepada suaminya, terutama saat suaminya berada di dekatnya. Ini karena salah satu tujuan memulai sebuah keluarga adalah untuk menciptakan keluarga yang penuh kasih.

yang keenam belas, senang melihat suaminya. Kapan pun dan di mana pun seorang wanita bertemu suaminya, dia harus selalu menunjukkan kegembiraannya. Ini sangat penting karena suami biasanya senang ketika melihat istrinya bahagia.

Inilah enam belas adab wanita kepada suaminya sebagaimana nasehat Imam Al-Ghazal. Semakin banyak yang bisa dicapai dengan pria yang lebih terampil, semakin tinggi kesalehan seorang wanita. Wanita saleh adalah wanita yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Semakin tinggi nilai-nilai sopan santun, maka semakin tinggi pula derajatnya di mata Allah subhanahu wa ta’ala dan juga orang lain.




Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tembus Final Piala Dunia 2022, Timnas Argentina Kini Sejajar Italia dan Brasil : Media Baca Bola

Uncategorized

Make Realtionship Years Lights Fill Kind In USA

Uncategorized

Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Uncategorized

3 Plugin Ini Cukup Untuk Membuat Loading WordPress Lebih Cepat

Uncategorized

Bali Diguncang 8 Kali Gempa dalam Waktu yang Berdekatan, Ini Detail dan Lokasinya : Media Baca Nasional

Uncategorized

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Uncategorized

Jadwal Piala Dunia 2022 Dini Hari Nanti: Prancis vs Maroko! : Media Baca Bola

Uncategorized

Jaga Pandanganmu Diluar Agar Istrimu Terlihat Cantik