Home / Terkini

Senin, 19 Desember 2022 - 14:50 WIB

Bisnis Rumah Subsidi Masih Menjanjikan pada 2023 : Media Baca Economy

Jakarta – Badan Pelestarian Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi industri Lembaga keuangan Namun, tahun 2023 menjanjikan untuk bisnis properti.

“Kami berharap industri perumahan, khususnya perumahan bersubsidi, tetap menjanjikan di tahun depan,” kata Komisaris BP Tapera Adi Setianto dalam laporan online “Economic Outlook and Ministry of Housing 2023”. Antara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Baca juga: Berikut adalah daftar tantangan dan peluang yang dihadapi industri logistik di tahun 2023.

Menurutnya, dengan terciptanya program pembiayaan seperti Instrumen Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan dukungan pemangku kepentingan dari lingkungan perumahan diyakini akan mewujudkan hal tersebut.

Pada tahun 2023, FLPP dijadwalkan akan didistribusikan ke sekitar 220.000 rumah dengan biaya sebesar P25,18 triliun. Adapun dana Tapera ada 10.000 unit senilai Rp 1,05 triliun.

Per 14 Desember 2022, realisasi alokasi dana FLPP sebanyak 216.029 unit dengan nilai USD 24,03 triliun, sehingga alokasi dana FLPP tahun 2010-2022 sebanyak 1.159.608 unit dengan nilai Rp 99,21 triliun.

Baca juga: viral. Yang ditampilkan di sini adalah rumah pedagang yang terbuat dari emas

Sepanjang tahun Ada beberapa tanda positif yang mendorong antusiasme industri perumahan untuk berlanjut di tahun 2023, termasuk yang pertama dari 24 negara di seluruh dunia yang merilis data PDB untuk kuartal ketiga tahun 2022, negara-negara di mana 15 (62,5%) negara memiliki perekonomian. . Sebaliknya, 2 negara (8,3%) mengalami stagnasi dan hanya 7 negara (29,2%) yang mencatat pertumbuhan ekonomi, termasuk Indonesia.

Kedua, kenaikan suku bunga di RH relatif moderat sebesar 175 bps (basis), yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang dikombinasikan dengan kebijakan moneter yang berhati-hati cukup efektif dalam meredam kenaikan inflasi lebih lanjut.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,72% secara tahunan dan 1,81% secara triwulanan pada triwulan III tahun 2022.

“Perekonomian Indonesia kuat dalam menghadapi inflasi mata uang. Padahal, Indonesia yang seharusnya untung bisnis selama 30 bulan berturut-turut, karena pengeluaran barang, integrasi kebijakan moneter, penyesuaian suku bunga, ternyata tidak demikian. sulit dibandingkan dengan negara lain,” kata Adi Setianto.

Kombinasi kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah, mulai dari menurunkan batas minimum legal (GWM), menaikkan suku bunga, dan kebijakan pendukung lainnya, diyakini efektif menjaga harga tetap rendah. Tolong beri peringkat yang dapat diterima.

Karena itu, IMF menghitung Indonesia tumbuh 5,3 persen tahun ini dan 5 persen pada 2023.

Sumber artikel

Share :

Baca Juga

Terkini

Hasil Leicester City vs Newcastle United di Liga Inggris 2022-2023: Menang 3-0, The Magpies Gusur Posisi Manchester City! : Media Baca Bola

Terkini

Daftar Lengkap Juara Piala Dunia Sepanjang Masa: Timnas Brasil Mendominasi! : Media Baca Bola

Terkini

Polisi Ingatkan Tamu Hotel di Sudirman-Thamrin Catat Jam Car Free Night : Media Baca Megapolitan

Terkini

Hasil Babak Pertama Timnas Prancis vs Maroko di Semifinal Piala Dunia 2022: Gol Theo Hernandez Bikin Si Singa Atlas Tertinggal 0-1 : Media Baca Bola

Terkini

Seleksi PPPK 2022, Peserta Diingatkan Jangan Curang : Media Baca Economy

Terkini

Dibandingkan dengan Francesco Bagnaia dan Valentino Rossi, Begini Reaksi Legenda MotoGP Giacomo Agostini : Media Baca Sports

Terkini

Argentina Juara Piala Dunia 2022, Lionel Messi Terpilih sebagai Pemain Terbaik! : Media Baca Bola

Terkini

Begini Cara Cairkan Dana Pensiun, Perhatikan Syaratnya Ya : Media Baca Economy