Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 19 Des 2022 15:05 WIB ·

Bisnis Rumah Subsidi Masih Menjanjikan pada 2023 : Media Baca Economy


 Bisnis Rumah Subsidi Masih Menjanjikan pada 2023 : Media Baca Economy Perbesar

Jakarta – Badan Pelestarian Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi industri Lembaga keuangan Namun, tahun 2023 menjanjikan untuk bisnis properti.

“Kami berharap industri perumahan, khususnya perumahan bersubsidi, tetap menjanjikan di tahun depan,” kata Komisaris BP Tapera Adi Setianto dalam laporan online “Economic Outlook and Ministry of Housing 2023”. Antara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Baca juga: Berikut adalah daftar tantangan dan peluang yang dihadapi industri logistik di tahun 2023.

Menurutnya, pembentukan proyek pembiayaan seperti Instrumen Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan dukungan pemangku kepentingan dari lingkungan perumahan diyakini akan berkontribusi terhadap hal tersebut.

Pada tahun 2023, FLPP dijadwalkan akan didistribusikan ke sekitar 220.000 rumah dengan biaya sebesar P25,18 triliun. Adapun dana Tapera ada 10.000 unit senilai Rp 1,05 triliun.

Per 14 Desember 2022, realisasi penyaluran dana FLPP sebanyak 216.029 unit senilai USD 24,03 triliun, sehingga penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2022 sebanyak 1.159.608 unit senilai Rp 99,21 triliun.

Baca juga: viral. Yang ditampilkan di sini adalah rumah pedagang yang terbuat dari emas

Sepanjang tahun Ada beberapa tanda positif yang mendorong antusiasme industri perumahan untuk berlanjut di tahun 2023, termasuk yang pertama dari 24 negara di seluruh dunia yang merilis data PDB untuk kuartal ketiga tahun 2022, negara-negara di mana 15 (62,5%) negara memiliki perekonomian. . Sebaliknya, 2 negara (8,3%) mengalami stagnasi dan hanya 7 negara (29,2%) yang mencatat pertumbuhan ekonomi, termasuk Indonesia.

Kedua, kenaikan suku bunga di RH relatif moderat sebesar 175 bps (basis), yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang dikombinasikan dengan kebijakan moneter yang berhati-hati cukup efektif dalam meredam kenaikan inflasi lebih lanjut.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,72% secara tahunan dan 1,81% secara triwulanan pada triwulan III tahun 2022.

“Perekonomian Indonesia kuat dalam menghadapi inflasi mata uang. Padahal, Indonesia yang seharusnya untung bisnis selama 30 bulan berturut-turut, karena pengeluaran barang, integrasi kebijakan moneter, penyesuaian suku bunga, ternyata tidak demikian. sulit dibandingkan dengan negara lain,” kata Adi Setianto.

Kombinasi kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia dan pemerintah, mulai dari menurunkan batas minimum legal (GWM), menaikkan suku bunga, dan kebijakan pendukung lainnya, diyakini efektif menjaga harga tetap rendah. Tolong beri peringkat yang dapat diterima.

Karena itu, IMF menghitung Indonesia tumbuh 5,3 persen tahun ini dan 5 persen pada 2023.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan