Home / Terkini

Kamis, 8 Desember 2022 - 23:50 WIB

BMKG: Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Selama Ini Belum Teridentifikasi : Media Baca Nasional

Jakarta – Kepala Dewan Meteorologi, Iklim dan Geofisika (BMKG) Dvikorita Karnavati menyebut Kugenang sebagai penyebab krisis Gempa bumi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak diketahui.

“Dengan demikian, ditemukan 295 kesalahan praktis di Indonesia. Tapi kesalahan Kugenang belum bisa dibuktikan. Jadi ini ketahuan atau diketahui,” kata Dvikori, seperti dikutip Antara, Kamis (8/12/2022).



Dwikoro mengatakan zona sesar Kugenang ini penting untuk diperhatikan karena harus kosong ketika ada yang ingin membangun kembali atau membangun kembali.

“Jadi jika Anda membangun kembali, Anda tidak tahu di mana letak kesalahannya. Dikhawatirkan kawasan yang rusak atau dimodifikasi akan dibangun kembali dan setelah 20 tahun akan runtuh lagi,” kata Dvikorita.

Baca juga: Gempa M3,9 melanda Desa Odong, Tagulandang Biaro, Kepulauan Siau.

Karena itu, menurut Dwikoro, identifikasi atau penentuan luas sesar ini sangat penting untuk rekonstruksi rumah yang rusak.

Baca juga: Gempa M4.1 melanda Kuta Selatan Bali

Salah satu faktor penting dalam menentukan suatu strike atau patahan DWICORO adalah posisi permukaan vertikal atau bentuk bidang patahan dengan permukaan lintasan.

Menurutnya, ini adalah aksi mogok yang harus dikendalikan dan dihindari selama masa rekonstruksi. Ini karena bug tersebut sudah merupakan bug fungsional yang telah dilaporkan.

Baca juga: Lifebuoy x MNC Peduli mengajak masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan mendonasikan rambut untuk menyelamatkan hari.

Kini, berdasarkan gempa susulan yang terekam oleh sensor BMKG, sejauh ini telah terjadi lebih dari 400 kali gempa.

Patahan itu ditandai dengan garis putus-putus dari Desa Nagrak ke timur laut Desa Siherang, di mana pemukiman tersebut tidak dapat dihuni dan tidak akan beregenerasi, kata Dwikora.

Karena jika terjadi gempa dalam kurun waktu 20 tahun, maka bangunan di kawasan tersebut akan lumpuh dan dapat mengalami goncangan yang kuat hingga runtuh.

“Dengan demikian, area yang akan dibersihkan berada di garis putus-putus ini, 300-500 meter ke kanan dan ke kiri,” kata Dvikora. (fk)

Sumber artikel

Share :

Baca Juga

Terkini

Hasil Timnas Portugal vs Maroko di Perempatfinal Piala Dunia 2022: Menang Tipis 1-0, Singa Atlas Melaju ke Semifinal! : Media Baca Bola

Terkini

Kronologi Kebakaran Hebat Pasar Sentral Kota Makassar Hanguskan 899 Kios : Media Baca News

Terkini

Letusan Sumeru, PVMBG: Kolom Abu Sedang hingga Tebal ke Tenggara dan Selatan: Zona Laut Nasional

Terkini

Hasil Babak Pertama Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Piala AFF 2022: Skuad Garuda Unggul 2-0! : Media Baca Bola

Terkini

Lionel Messi Gemilang Bersama Timnas Argentina di Piala Dunia 2022, Begini Reaksi Claudio Ranieri : Media Baca Bola

Terkini

Mediabaca Bola – Media Baca

Terkini

Ilija Spasojevic Beri Jawaban Berkelas soal Tak Bisa Rayakan Tahun Baru dengan Keluarga : Media Baca Bola

Terkini

Warga Keluhankan Banjir di Jakarta Utara, Airnya Menghitam : Media Baca Megapolitan