Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Olahraga · 15 Jan 2023 06:02 WIB ·

Cetak Rekor Dunia, Rahmat Erwin Kurang Dapat Perhatian dari Pemerintah Daerah dan KONI


 Cetak Rekor Dunia, Rahmat Erwin Kurang Dapat Perhatian dari Pemerintah Daerah dan KONI Perbesar

Tribun-Timur.com, Makassar – Rahmat Erwin Abdullah memecahkan rekor dunia clean and clear pada Kejuaraan Kelas Berat Dunia di Bogota, Sabtu (10/12/2022).

Lifter Indonesia asal Makassar di Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) mencetak rekor bersih dengan mengangkat 73kg untuk 200kg putra.

Pada Kejuaraan Dunia 2019, Rahmat Erwin memecahkan rekor angkat berat 197 kg dari lifter China Shi Xiong.

Selain itu, petenis berusia 23 tahun ini menjadi yang terbaik di kategori 73 kg. Rahmat Ervin mencatat total angkatan 352kg.

Detail: 152 kg kosong dan 200 kg murni dan Ger.

Berkat olah raga ini, putra pasangan Erwin Abdullah dan Ami Assoun Boudinot ini meraih dua medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022.

Namun, prestasi Rahmat Erwin tidak sebanding dengan pengakuan atau perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan (Pemprov), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Kony Sulsel dan Kony Makassar.

Hal itu disampaikan Ibu Rahmat Ervin, Ami Asun Budyono saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/12/2022).

Menurutnya, mencetak rekor dunia bukanlah hal yang mudah. Mencapainya membutuhkan dedikasi.

“Oleh karena itu, kami mohon perhatian Pemerintah Kabupaten (Sulsel), Pemerintah Kota (Makasar) dan Kony (Sulawesi Selatan dan Makassar). Berhati-hatilah karena mencapai puncak kesuksesan tidaklah mudah. dunia, pemegang rekor dunia, juara dunia.

Menurutnya, selama ini pemerintah hanya menyasar juara tertentu saja, bukan sektor lain.

Tentunya beberapa cabang olahraga laut yang dimenangi disini sangat penting bagi pemerintah.

“Pemerintah daerah (Sulawesi Selatan dan Makassar) bisa mengapresiasi dia. Menjadi juara dunia bukanlah hal yang mudah. Sebagai orang tua, saya merasa sakit ketika melihat anak saya, karena masa mudanya telah ditinggalkan demi kesuksesan.”

Ia menyebut Ami Pelatada dan Sulsel tidak berprestasi sebagai pelatih. Tidak ada bantuan atau peralatan.

Sebelumnya, Rahmat Erwin biasa berlatih di Stadion Matoangang, namun setelah stadion dibongkar, tidak ada lagi sasana.

“Bahan dan infrastruktur itu penting, sekarang kita tidak punya tempat (untuk latihan). Sayang sekali ketika atlet juara dunia, pemegang rekor, tidak punya sasana di tempatnya,” keluhnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Tiga Tim di Grup C Rebutan Dua Tiket ke Putaran Kedua Liga 3 Zona Sulsel

28 Januari 2023 - 20:55 WIB

Tiga Tim di Grup C Rebutan Dua Tiket ke Putaran Kedua Liga 3 Zona Sulsel

27 Januari 2023 - 11:50 WIB

Tiga Tim di Grup C Rebutan Dua Tiket ke Putaran Kedua Liga 3 Zona Sulsel

26 Januari 2023 - 05:03 WIB

Tiga Tim di Grup C Rebutan Dua Tiket ke Putaran Kedua Liga 3 Zona Sulsel

24 Januari 2023 - 20:55 WIB

Tim Makassar Cetak Rekor di Final Cabor Sepakbola Pasca Menang Dramatis Lawan Maros

19 Januari 2023 - 05:13 WIB

Cerita Aril Peraih 11 Medali Emas di Porprov Sulsel 2022, Belajar Renang dari Umur 7 Tahun

19 Januari 2023 - 03:07 WIB

Trending di Olahraga