Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 14 Des 2022 15:27 WIB ·

Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat saat Ketegangan Global Mereda : Media Baca Economy


 Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat saat Ketegangan Global Mereda : Media Baca Economy Perbesar

Jakarta – Manajer Bank IndonesiaDUA:) Perry Vargio memprediksi rupiah akan menguat sesuai dengan fundamentalnya seiring meredanya konflik dan ketegangan global.

“Inilah penyebab utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi, inflasi yang rendah, imbal hasil obligasi pemerintah (SBN) yang menarik dan stabilitas eksternal yang terus terjaga,” kata Gubernur BI Perry Varjio dalam Seminar Visi Nasional 2023 di Jakarta. Jakarta Rabu (14/12/2022).

Dia mengatakan proyeksi neraca eksternal yang direvisi menunjukkan bahwa neraca transaksi berjalan akan seimbang setelah mencapai surplus tahun depan, berkontribusi pada kinerja eksternal yang baik.

Neraca modal dapat meningkatkan pendapatan yang dihasilkan oleh investasi asing dan investasi portofolio, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan cadangan devisa.

Meski dalam tren menurun saat ini, Perry Vargio mengapresiasi stabilitas rupiah yang didukung tekad Garuda untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dari sisi kebijakan moneter, ketiga alat BI tersebut tetap berguna dalam menurunkan inflasi dan menstabilkan rupiah. Pertama, kebijakan suku bunga yang berwawasan ke depan dan ke depan untuk menurunkan ekspektasi inflasi saat masih tinggi dan memastikan harga perdana kembali sesuai target.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Bank sentral memperkirakan akan turun di bawah 4 persen pada paruh pertama tahun 2023, dan diperkirakan akan mencapai antara 2 dan 4 persen tahun depan.

Alat kedua adalah kebijakan stabilisasi rupee yang sedang berlangsung, yang akan terus diterapkan untuk mengurangi tekanan dunia melalui intervensi tiga kali lipat di pasar regional, pasar domestik non-forward (DNDF) dan kemitraan SBN. pasar sekunder.

“Stabilitas nilai tukar rupiah sangat penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mencegah inflasi dan memperkuat ekonomi kita,” ujarnya.

Selanjutnya, perangkat ketiga adalah berkoordinasi erat dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memastikan produk SBN, terutama yang berjangka panjang, tidak berlebihan dan aman untuk pembiayaan, menarik investor asing dan menjaga stabilitas keuangan. ekonomi makro dan manajemen keuangan.

Oleh karena itu, BI akan terus meningkatkan proses pelipatannya dengan menjual SBN jangka pendek dan membeli SBN jangka panjang.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan