Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Terkini · 14 Des 2022 12:55 WIB ·

Hukuman Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi Diperberat Jadi 12 Tahun, KPK: Kita Apresiasi : Media Baca Nasional


 Hukuman Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi Diperberat Jadi 12 Tahun, KPK: Kita Apresiasi : Media Baca Nasional Perbesar

Jakarta – Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menaikkan hukuman Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjadi 12 tahun, setelah sebelumnya Rahmat Effendi divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung (PN) (TPKOR).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima putusan Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.



“Bahkan, KPK mengapresiasi tim hakim yang memeriksa dan mengadili kasus tersebut,” yang kemudian memvonis terdakwa berdasarkan pembelaan dan putusan sela, lapor Antara. Rabu (14/12/2022).

Rahmat Effendi dituding melakukan suap terkait pembelian barang dan jasa, serta penetapan jabatan di Kota Bakasi Jawa Barat.

Namun, dia kembali menegaskan KPK tidak menerima salinan atau pemberitahuan putusan PT Bandung itu.

Selain itu, KPK juga berharap bisa menuntaskan semua permintaan uang baru milik Rahmat Effendi dengan putusan ini.

Karena pencegahan yang dilakukan pelaku kejahatan bisa dilakukan melalui denda atau penyitaan harta benda, ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipkor Bandung memvonis Rahmat Effendi 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar yakni 6 bulan.

Baca juga: Lifebuoy x MNC Peduli mengajak masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan mendonasikan rambut untuk menyelamatkan hari.

Rahmat Effendi divonis 5 tahun penjara dan juga dihukum dengan mencabut hak politiknya untuk dipilih.

Kejaksaan Tinggi (JPU) KPK mengajukan banding atas putusan tersebut. Terkait pengaduan yang disampaikan, yakni terkait dengan persetujuan pembayaran penerimaan subsidi.

Kejaksaan, seperti terungkap dari fakta-fakta kasus, meyakini peran Rahmat Effendi dalam menghimpun uang dari organisasi dan perusahaan.

Permintaan dilakukan secara langsung, dan lembaga serta perusahaan yang diminta bersedia memberikan uang dalam jumlah besar, maka Rahmat Effendi menggunakan jabatan atau jabatan tersebut.

Belakangan, pihak lain meminta uang karena melihat Rahmat Effendi adalah Wali Kota Bekasi.

Dalam keterangannya, Selasa (8/11), Ali mengatakan: “Masjid Arisaka bukanlah panitia pembangunan dan peran panitia hanyalah mengulurkan tangan untuk menerima uang.”

Apalagi, majelis hakim menolak menerima kasus ganti rugi 17 miliar Birr terhadap Rahmat Effendi.

“KPK berharap Mahkamah Agung kasasi penuh dan memutus tuntutan jaksa,” kata Ali saat itu.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Jadwal Imsak dan waktu sholat bulan ini Januari 2023, daerah Jakarta dan sekitarnya

2 Januari 2023 - 11:03 WIB

Perayaan Tahun Baru 2023 Berlangsung Meriah di Seluruh Dunia Usai Pandemi Covid Selama 2 Tahun : Media Baca News

2 Januari 2023 - 08:55 WIB

Sidang Lanjutan, Kubu Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf Hadirkan Saksi Meringankan : Media Baca Nasional

2 Januari 2023 - 06:45 WIB

Kisah Kocak Kencan Pertama Francesco Bagnaia Bersama sang Kekasih: Menabrak Tiang! : Media Baca Sports

2 Januari 2023 - 04:35 WIB

Hasil Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris 2022-2023: The Lilywhites Dipermalukan The Villans 0-2 : Media Baca Bola

2 Januari 2023 - 01:25 WIB

Awal Tahun 2023, Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia : Media Baca Nasional

1 Januari 2023 - 23:18 WIB

Trending di Terkini