Home / Keuangan

Kamis, 8 Desember 2022 - 11:10 WIB

Jaga Akurasi Kebijakan Beras, Begini Data dari BPS : Media Baca Economy

Jakarta – Badan Pangan Nasional bersama Kementerian Pertanian (KMT) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sepakat menggunakan data beras dari BPS untuk koordinasi data.

Langkah ini harus menegaskan dan mempertahankan arah Rencana Beras Nasional akhir tahun ini hingga 2023.

Menurut Ketua BPN Arif Prasetyo Adi, harmonisasi data dan penggunaan data beras terpisah telah menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain penyatuan data BPS produksi beras, kebutuhan beras rumah tangga dan konsumsi rumah tangga di luar rumah.

Baca juga:Diperbolehkan 500.000 ton Blog Presiden Direktur Utama.

Selain itu, kesepakatan tersebut diadopsi dengan menghitung surplus dan defisit produksi beras negara pada tahun 2022, beras/defisit daerah diharapkan dapat mengambil keputusan besar tentang arah dan pengurangan kebijakan beras pada akhir tahun ini. tahun

“Dari data BPS Januari hingga Oktober 2022, perkiraan produksi beras pada November dan Desember adalah 3,2 juta ton dengan konsumsi rata-rata 2,5 juta ton beras per bulan, sehingga akhir tahun kita dapat untung. . 1,7 juta ton” di Jakarta Rabu (7/12/2022) Panitia IV DPR berbicara kepada RI saat Rapat Kerja (Rucker) dan Rapat Kerja (RDP).

Dia mengatakan NAS dan Kementerian Pertanian telah sepakat untuk menggunakan data BPS yang sama untuk angka produksi akhir.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Terdapat perbedaan angka produksi di IDP 28 November 2022, dengan Kementerian Pertanian menggunakan prakiraan Januari hingga September 2022 dan NFA Januari hingga Oktober 2022, namun angka terakhir ini sejalan dengan 2,2 juta beras nasional hingga produksi. . ton pada bulan November. pada 2022 dan 1,06 juta ton pada Desember 2022.

Selain itu, pada tanggal 28 November telah tercapai kesepakatan informasi permintaan beras dan tercapai kesepakatan mengenai volume konsumsi beras pada bulan November dan Desember. perbedaan. Data yang digunakan dalam perhitungan.

“Kita sepakati data konsumsi beras pada November dan Desember 2,53 juta ton,” ujarnya.

Arif juga menjelaskan, secara umum jumlah produksi beras diperbolehkan menggunakan Kerangka Sampling Area (KSA) BPS yang diperbarui setiap bulan.

Sedangkan kebutuhan beras dalam negeri diperkirakan pada tahun 2015. Itu berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022 dan dihitung berdasarkan jumlah penduduk yang diperkirakan oleh BPS untuk kebutuhan keluarga asing.

Arif menambahkan, mulai saat ini akan dibuat kelompok informasi beras yang bertugas memberikan akses informasi tentang kebutuhan beras.

“Kelompok ini merencanakan cara menghitung estimasi neraca pangan tahun 2023 untuk mendapatkan informasi yang sama,” pungkasnya.

Sumber artikel

Share :

Baca Juga

Keuangan

Intip 11 Aksi Korporasi dan Jadwal RUPS Hari Ini : Media Baca Economy

Keuangan

Bakal Ada Tarif KRL untuk Orang Kaya di 2023, Ini Penjelasan Lengkap Kemenhub : Media Baca Economy

Keuangan

BUMN sukses rekrut 45 juta pekerja Eric Tohir: Ini pendorong pemulihan ekonomi: Okzon Economy

Keuangan

Ingatkan Pegawai Kemenkeu Majukan Indonesia Timur, Sri Mulyani: Kuncinya Komunikasi : Media Baca Economy

Keuangan

Harga Pertamax Pertamina lebih murah dari Shell RON 92 dan BP: Mediabaca Economy.

Keuangan

Ancaman Resesi 2023, Pemerintah Diminta Terus Lanjut Beri Bansos : Media Baca Economy

Keuangan

BI Prediksi Inflasi Desember 0,44% : Media Baca Economy

Keuangan

Ini Syarat Dapat Second Home Visa, Minimal Punya Uang Rp2 Miliar di Bank BUMN : Media Baca Economy