Home / Terkini

Kamis, 8 Desember 2022 - 10:52 WIB

KUHP Terbaru Pangkas Hukuman Minimal Koruptor, Ini Reaksi Ketua KPK : Media Baca Nasional

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan KorupsiKPK:, Firley Bahuri, dalam Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru-baru ini menyepakati tidak ada risiko hukuman singkat bagi pelaku korupsi. Dalam KUHP terbaru, hukuman singkat bagi pelaku dikurangi menjadi dua tahun.

Meski KUHP baru, tegas Firley, KPK tetap memiliki kewenangan berdasarkan UU 19 Tahun 2019. Tipcor).



“Jadi kami tidak khawatir, beberapa pasal hukum yang mengatur ini tidak ada apa-apanya, mungkin yang disebut korupsi dalam hukum pidana, tapi kami memiliki undang-undang yang berbeda tentang tindak pidana korupsi,” tegas Firley Bahuri. Kamis (8/12/2022).

“Kami memiliki hak untuk campur tangan dalam masalah hukum, terutama dalam hal korupsi,” katanya.

Menurut pengamatan Firley, bagian KUHP baru yang mengatur tentang korupsi telah memberikan kewenangan penuh kepada BPK. Pasalnya, KPK memiliki lembaga penegak hukumnya sendiri yakni UU Tipikor.

“KPK dibentuk berdasarkan UU 30 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU 19 Tahun 2019 dan KPK diberi wewenang berdasarkan Pasal 14 UU Tipikor yang secara tegas menyebutkan bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan UU tersebut. Karena ketentuan undang-undang menimbulkan tindak pidana korupsi, berlaku ketentuan undang-undang ini.

Diketahui, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (BPK) disahkan menjadi undang-undang melalui Proklamasi RI DPRK. RKUHP memiliki sejumlah pasal kontroversial di dalamnya, yang beredar dengan berbagai kecaman dan kecaman.

Beberapa pasal KUHP final difokuskan. Salah satunya adalah Pasal 603 yang mengatur tentang korupsi. Dalam KUHP terbaru, UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ada pengecualian terhadap pidana yang lebih rendah.

Menurut versi KUHP Ukraina terbaru yang disetujui, hukuman terpendek atau minimum bagi mereka yang melakukan kejahatan korupsi adalah dua tahun penjara. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan pasal 603 KUHP terakhir menyatakan:

Baca juga: Lifebuoy x MNC Peduli mengajak masyarakat untuk berbagi kebaikan dengan mendonasikan rambut untuk menyelamatkan hari.

“Barang siapa memperkaya diri sendiri, orang lain atau organisasi secara melawan hukum, atau merusak dana masyarakat atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 20 tahun. dua puluh tahun) minimal kelas II dan maksimal kelas VI”.

Pada tahun 2001, Pasal 2 Ayat 1 dan 2 UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengurangi masa pidana penjara singkat. Pasal 2 undang-undang tersebut menyebutkan bahwa hukuman minimal bagi pelaku korupsi adalah empat tahun dan maksimal 20 tahun.

Definisi yang diberikan dalam Pasal 603 KUHP yang merujuk pada pemidanaan terhadap orang yang melakukan tindak pidana korupsi paling sedikit Kelas II atau 10 juta AMD. Sedangkan maksimal Kelas VI atau Rp 2 miliar. Denda akan dikurangi dari yang ditentukan dalam Pasal 2 UU Tipikor, yakni minimal 200 juta rupiah.

Sebagai informasi, penerapan KUHP menghapus empat pasal dari UU No 4. 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi (TPCOR). Sedangkan keempat pasal tersebut adalah Pasal 2(1), Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 13.

Sebaliknya, pasal-pasal yang mengatur tentang hukuman pidana terkait korupsi dan penyuapan diatur dalam pasal 603, 604, 605 dan 606 KUHP. Kedepannya, artikel ini akan menjadi dasar atau acuan untuk menilai para pembuat korupsi.

Sumber artikel

Share :

Baca Juga

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan : Media Baca Nasional

Terkini

Bukti Baru Pesawat Malaysia Airlines MH370 Ditemukan di Madagaskar, Kuatkan Alibi jika Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat : Media Baca News

Terkini

Hasil putaran pertama timnas Serbia vs Swiss Piala Dunia 2022: Hasil imbang 2-2 dengan susah payah. OKZON BOLA

Terkini

5 Gaya Seksi Nora Fatehi, Penyanyi Cantik yang Bakal Meriahkan Closing Ceremony Piala Dunia 2022 : Media Baca Lifestyle

Bencana

Jersey timnas Indonesia dilelang KPK 510.000: National Okzon

Terkini

Hasil Liverpool vs AC Milan di Dubai Super Cup 2022: Menggila, The Reds Bantai Rossoneri 4-1! : Media Baca Bola

Terkini

Google Doodle Mengingat Gerald Jerry Lawson, Bapak Permainan Modern: OKZONE TECHNO

Terkini

BMKG Paparkan Ada Potensi Cuaca Ekstrem saat Libur Nataru, Waspada! : Media Baca Nasional