Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Terkini · 30 Nov 2022 11:30 WIB ·

Presiden Jokowi: Jangan sampai ada yang mempersulit investor: ekonomi Okzon


 Presiden Jokowi: Jangan sampai ada yang mempersulit investor: ekonomi Okzon Perbesar

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah pusat dan daerah tidak mempersulit investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Karena menurut Jokowi, investasi saat ini sedang berjuang di semua negara di dunia pada masa sulit ini.

“Oleh karena itu, saya tidak ingin ada yang mengganggu kita, saya tidak ingin mendengar hal-hal yang rumit. Di pusat atau daerah, di pusat provinsi, kabupaten, dan kota, tidak boleh ada yang ikut campur,” kata Jokowi. dalam komentarnya pada tahun 2015. Pada pembukaan Rakornas Penanaman Modal 2022, Rabu (30/11/2022).

Baca juga:Target investasi Bahlil Presiden Jokowi akan mencapai 1.200 triliun

Jokowi menjelaskan, saat ini Indonesia telah mendapatkan kepercayaan dari negara lain terkait investasi. Dia juga berpesan agar investor tidak melakukan kesalahan.


Baca juga: Peduli pejuang kanker, donasi rambut sedang berlangsung bersama Lifebuoy dan MNC Peduli!

Kami mendapatkan kepercayaan karena kepercayaan sekarang telah diperoleh dalam bagaimana menerapkan kebijakan yang telah kami adopsi. Agar tidak ada yang mengganggu kepercayaan yang telah kita peroleh, karena kita telah menyalahgunakan investasi yang masuk ke dalam investasi, itu karena negara memiliki persaingan yang kuat untuk merebut investasi agar tidak hilang penyalahgunaannya,” jelasnya.

Jokowi menjelaskan investor berlomba-lomba karena semua negara ingin modal masuk.

Karena kalau tidak ada lagi dana, pertumbuhan ekonomi tidak akan datang.

“Kita selalu melihat negara mana yang berinvestasi lebih banyak, kenapa sibuk? Kita mempelajarinya dengan kecerdasan ekonomi kita. Mengapa lebih banyak orang berkumpul di sana, bukan berkumpul di sini, lebih banyak kebijakan, lebih banyak inisiatif, kita belajar segalanya jika kita memberi perawatan yang lebih baik untuk fungsi liburan, “katanya.

“Tapi kalau nanti ada yang mengganggu pelaksanaannya, semua kebijakan yang dirumuskan dimusnahkan,” imbuhnya.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Jadwal Imsak dan waktu sholat bulan ini Januari 2023, daerah Jakarta dan sekitarnya

2 Januari 2023 - 11:03 WIB

Perayaan Tahun Baru 2023 Berlangsung Meriah di Seluruh Dunia Usai Pandemi Covid Selama 2 Tahun : Media Baca News

2 Januari 2023 - 08:55 WIB

Sidang Lanjutan, Kubu Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf Hadirkan Saksi Meringankan : Media Baca Nasional

2 Januari 2023 - 06:45 WIB

Kisah Kocak Kencan Pertama Francesco Bagnaia Bersama sang Kekasih: Menabrak Tiang! : Media Baca Sports

2 Januari 2023 - 04:35 WIB

Hasil Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris 2022-2023: The Lilywhites Dipermalukan The Villans 0-2 : Media Baca Bola

2 Januari 2023 - 01:25 WIB

Awal Tahun 2023, Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia : Media Baca Nasional

1 Januari 2023 - 23:18 WIB

Trending di Terkini