Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 1 Des 2022 13:35 WIB ·

Presiden Jokowi: Perekonomian Indonesia Terbaik, Titik Terang Dalam Kegelapan Dunia: Perekonomian Okzon


 Presiden Jokowi: Perekonomian Indonesia Terbaik, Titik Terang Dalam Kegelapan Dunia: Perekonomian Okzon Perbesar

Jakarta – Presiden Joko WidodoJokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk 14 kementerian dan lembaga di Istana Negara. Jokowi juga menyerahkan daftar buku alokasi transfer negara bagian tahun anggaran 2023.

Menurut Jokowi, perekonomian Indonesia berjalan dengan baik meski dalam situasi ekonomi global yang kacau saat ini.

“Alhamdulillah ekonomi kita salah satu yang terbaik di situasi ekonomi dunia yang kacau balau, bahkan direktur pelaksana IMF mengatakan bahwa Indonesia adalah titik terang di dunia yang gelap,” kata Jokowi dalam arahannya, Kamis (12/1/2022). ) di YouTube, disiarkan oleh Sekretariat Presiden.

Asesmen positif terhadap perekonomian Indonesia ini tidak terlepas dari upaya semua pihak untuk menekan inflasi, kata Jokowi. Menurut data, tingkat inflasi Indonesia adalah 5,8%, sedangkan rata-rata inflasi dunia di atas 10%, bahkan ada yang mencapai lebih dari 75%.

“Kinerja perekonomian Indonesia juga sangat menggembirakan. Pada triwulan II tahun 2022 pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat sebesar 5,44%, dan pada triwulan III mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik sebesar 5,72%,” kata Jokowi.

“Volume perdagangan kita juga akan terus tumbuh hingga mencapai 58% dan kita telah mengalami surplus perdagangan global selama 30 bulan berturut-turut, yang patut disyukuri,” katanya.

Namun, Jokowi mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati. Semua pihak harus memiliki perasaan yang sama bahwa situasi saat ini, terutama ekonomi global, tidak normal dan tidak baik.

“Oleh karena itu, kita semua merasa kesulitan, tanpa memprediksi, tanpa memperhitungkan segalanya, untuk benar-benar mempersiapkan berbagai situasi yang harus kita siapkan. Manfaatkan semua peluang yang ada,” kata Jokowi.

Sementara itu, 14 Kementerian dan Lembaga Pemerintah yang menerima Deepa secara simbolis dari Menteri Keuangan Sri Mulyani antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek.

Kemudian Kementerian Agama, Kementerian Pertahanan, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pengendalian Keuangan dan Pembangunan, dan Badan Administrasi Nasional.

“Inilah K/L yang telah menerima opini BPK dengan posisi WTO dalam 3 tahun terakhir sejak 2019 hingga 2021. Mereka juga merupakan prioritas nasional 2023 dan K/L yang menerima secara simbolis adalah K/L yang memiliki nilai kinerja anggaran yang tinggi. ” kata Sri Mulyani.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan