Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 16 Des 2022 13:05 WIB ·

Punya Potensi Ekonomi, Pemerintah Kembangkan Hilirisasi Industri Porang : Media Baca Economy


 Punya Potensi Ekonomi, Pemerintah Kembangkan Hilirisasi Industri Porang : Media Baca Economy Perbesar

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus pada pengembangan produk Porang.

Karena produk tersebut memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

“Produk berbahan porang seperti bubuk glukomin, beras dll memiliki pasar ekspor yang menjanjikan. Selain itu, harga beras di pasar luar negeri semakin meningkat,” kata Putu Juli Ardika, General Manager Agroindustri Kementerian Perindustrian, dalam wawancara tentang perkembangan industri pengolahan beras di Jakarta. Forum Kelompok (FGD). , Kamis (15/12/2022).

Baca juga:Menteri Pertanian SL melepas produk Porang ke China

Selama itu, menurut Kementerian Perindustrian, industri penggergajian kayu tumbuh signifikan dari sisi produksi, termasuk investasi di sektor tersebut.

Ia menegaskan, pihaknya bekerja keras bekerjasama dengan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan indikator kunci sektor pertanian.

“Melalui kemitraan ini, kami ingin menemukan solusi komprehensif yang akan membantu menarik orang ke negara ini. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi embrio terciptanya ekosistem atau berkembangnya industri Porang baru yang berdaya saing,” ujarnya. .

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Menanam tanaman putu di hutan relatif mudah dan murah karena tidak memerlukan perawatan khusus.

Tanaman padi mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah, bahkan di tanah yang berharga sekalipun, sehingga jika dibudidayakan di bawah, Indonesia seharusnya tidak banyak kesulitan dalam menyediakan bahan baku.

Sedangkan menurut Kementerian Pertanian, sumber produk tanaman padi tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Misalnya di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan banyak daerah lainnya, luasnya diperkirakan mencapai 47.641 hektar.

“Jadi, jika satu hektar lahan menghasilkan 15 ton, maka perkiraan produksi padi dalam satu tahun sekitar 714 ribu ton,” kata Putu.

Polong, terutama tabung, digunakan sebagai bahan baku untuk produksi bubuk brendi atau bubuk glukomin. Umbi berpori memiliki potensi untuk memperoleh nilai ekonomi yang tinggi, karena glukosamin bermanfaat bagi kesehatan dan digunakan sebagai bahan baku industri pangan.

Banyak produk makanan yang mengandung tapal antara lain agar-agar bubuk, mi shirataki, nasi shirataki, brendi, sosis, bakso, makanan yang dipanggang, cokelat, dan es krim.

Puthu menambahkan, selain industri makanan, beras juga digunakan di sektor manufaktur lain seperti kertas rokok, kertas file, kertas berharga, dan kertas semen.

“Jika potensi ekonomi ini dapat dikelola dengan baik dan jika ada kerjasama antar berbagai pihak maka akan menguntungkan petani sebagai pemasok dan konsumen produk untuk terus berkarya,” ujarnya.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan