Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Terkini · 20 Des 2022 10:15 WIB ·

Sejarah Mobil Timor di Indonesia, Remuk Dihantam Krisis Moneter : Media Baca Otomotif


 Sejarah Mobil Timor di Indonesia, Remuk Dihantam Krisis Moneter : Media Baca Otomotif Perbesar

Jakarta – Tahun 1990-an para pecinta mobil pasti ingat dengan nama mobil Timor. Mobil yang dirilis oleh Hutomo Mandala Putra ini bisa dibilang pelopor perkembangan mobil Indonesia.

Sekadar informasi, setelah terbitnya Keputusan Presiden (Inpress) N.2 tahun 1996 tentang perkembangan industri mobil tanah air, teknologi industri mobil umum (Timor) masuk ke Indonesia.

Dikutip dari kanal YouTube WheelsLab, kedatangan Timor dimulai sekitar tahun 1996 dengan adanya rencana pemerintah untuk melaksanakan proyek kendaraan nasional. Pemerintah mengatakan Indonesia bisa memproduksi mobil buatan dalam negeri.

Kehadiran Timor di Indonesia juga disebabkan oleh hadirnya mobil nasional Malaysia dengan nama mobil nasional (Proton) pada tahun 90-an. Mobil tersebut sangat populer di Asia dan Eropa.

Saat itu, Indonesia memiliki mobil dalam negeri yang diproduksi oleh Kementerian Riset dan Teknologi yang diketuai oleh BJ Habibie. Model mobil tersebut dinamakan Maleo, konsep city car.

Maleo kala itu berbentuk hatchback yang dinilai murah dan cocok untuk orang Indonesia. Maleo sendiri bekerja sama dengan pabrikan Inggris Rover, sebagai desainer dan pemasok peralatan.

Mobil Maleo rencananya akan dijual dalam dua varian mesin yakni 1.100 cc dan 1.300 cc dengan TKDN 60-70 persen. Maleo dijadwalkan go public pada tahun 1997 dan dibanderol dengan harga Rp20-30 juta.

Namun proyek ini dibatalkan karena pemerintahan Presiden Soeharto memutuskan menunjuk pihak swasta untuk mengembangkan proyek industri otomotif nasional. Ini adalah tahun ketika Presiden 1996 2.

Terakhir, PT Timor Putra Nasional terpilih sebagai perusahaan percontohan proyek transportasi nasional. Timor bekerja sama dengan pembuat mobil Korea Selatan Kia untuk mengembangkan mobil pertama Timor.

Mobil Timor pertama kali dibangun dan dirakit di pabrik Kia di Korea Selatan, dan pada tahun-tahun berikutnya diproduksi seluruhnya di Indonesia. Pada Juli 1996, mobil Timor pertama akhirnya diperkenalkan sebagai Timor S515.

Tumbuh dengan cepat

Mobil ini memiliki mesin 1.500 cc 8 katup yang menghasilkan 82 tenaga kuda dan merupakan model Kia Sephia dengan penggerak roda depan. Saat itu, sedan kompak harganya 37 juta rupiah, dan paling murah di kelasnya.

Mobil Timor.  (Foto: Mobilbecas)

Banyak alasan mengapa mobil Timor S515 memiliki harga yang sangat murah, padahal mobil tersebut bisa disebut CBU (completely built). Ini karena insentif dan layanan yang diberikan pemerintah, karena Timor berstatus mobil nasional.

Peraturan Presiden No. 2 Tahun 1996 mengarahkan Menteri Keuangan untuk mengalokasikan sumber daya ke departemen pajak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang relevan.

Struktur ini diberikan pembebasan pajak impor, pajak 10 persen atas nilai mobil yang diproduksi, dan penjualan barang mewah. Ekspor kendaraan produksi dilakukan oleh pemerintah.

Terjangkau dan menyandang gelar mobil nasional Timor laris manis di pasaran. Menurut informasi yang diberikan Gaykindo, Timor menjual 6.000 unit di tahun pertama dan 19.000 unit di tahun kedua.

Hal ini menjadikan Timor sebagai mobil paling laris di segmen sedan sepanjang sejarah industri otomotif Indonesia. Ini mendorong mereka untuk memproduksi lebih banyak model untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Padahal, Timor sudah menjajaki kerja sama pertama dengan Lamborghini untuk memproduksi SUV militer bernama Timor Borneo. Hal itu dimungkinkan karena saat itu Tommy Soeharto dan istrinya Jodi memiliki saham mayoritas di sebuah perusahaan bernama Megatech.

Timor berniat membangun pabrik di Sikampek, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 unit per tahun. Saat itu, biaya investasi pembangunan pabrik yang bekerjasama dengan Kia Motors mencapai 1 miliar dolar.

Beli karena ada masalah

Sayangnya, proyek mobil nasional Timor tidak bertahan lama. Ketika krisis keuangan Asia Tenggara melanda Indonesia pada tahun 1997, hal itu melumpuhkan perusahaan.

Selain itu, pemerintah Indonesia telah digugat oleh beberapa pembuat mobil Jepang dan Eropa di WTO atas kebijakan diskriminatif. Akibat kalah dalam kasus tersebut, pemerintah Indonesia akhirnya mencabut semua kebijakan yang dianggap diskriminatif.

Kia Motors tetap menjadi mitra Timor sampai dibeli oleh Hyundai pada tahun 1997. Sementara itu, proyek mobil nasional Timor ditunda.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Jadwal Imsak dan waktu sholat bulan ini Januari 2023, daerah Jakarta dan sekitarnya

2 Januari 2023 - 11:03 WIB

Perayaan Tahun Baru 2023 Berlangsung Meriah di Seluruh Dunia Usai Pandemi Covid Selama 2 Tahun : Media Baca News

2 Januari 2023 - 08:55 WIB

Sidang Lanjutan, Kubu Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf Hadirkan Saksi Meringankan : Media Baca Nasional

2 Januari 2023 - 06:45 WIB

Kisah Kocak Kencan Pertama Francesco Bagnaia Bersama sang Kekasih: Menabrak Tiang! : Media Baca Sports

2 Januari 2023 - 04:35 WIB

Hasil Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris 2022-2023: The Lilywhites Dipermalukan The Villans 0-2 : Media Baca Bola

2 Januari 2023 - 01:25 WIB

Awal Tahun 2023, Waspada Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia : Media Baca Nasional

1 Januari 2023 - 23:18 WIB

Trending di Terkini