Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 19 Des 2022 19:25 WIB ·

Sri Mulyani Minta Pemda Percepat Eksekusi APBN 2023 : Media Baca Economy


 Sri Mulyani Minta Pemda Percepat Eksekusi APBN 2023 : Media Baca Economy Perbesar

Jakarta – Anggaran pemerintah tahun 2023 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas negara dan stabilitas keuangan pemerintah di tengah volatilitas ekonomi global.

Hal ini masih membantu anggaran pemerintah sebagai alat untuk melindungi masyarakat.

Pada 1 Desember 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Anggaran (TKD) Tahun Anggaran 2023 kepada Konstituensi Menteri/Organisasi Istana Kerajaan dan Pemerintah Dalam Negeri.

Baca juga:Wakil Presiden bertemu dengan Shri Mulyani saat mereka membahas segala hal mulai dari ekonomi Syariah hingga sertifikasi Halal.

“Dipa sedang kita percepat pelaksanaannya dan masa pelaksanaannya lebih dari satu tahun. Tujuan pertama kami adalah mendorong setiap K/L untuk segera mengimplementasikan tindakan yang direkomendasikan dalam DIPA mereka, ”kata Made Arya Wijaya, staf profesional. Kementerian Keuangan di Jakarta pada Senin (19/12) 2022.

Tujuan kedua, NextMed, adalah mempercepat pengadaan barang dan jasa penting untuk setiap segmen tenaga kerja pada tahun 2023.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Dalam APBN, total belanja pemerintah mencapai Rp3.061,2 triliun, dimana Rp2.246,5 triliun merupakan belanja pemerintah pusat dan Rp814,7 triliun merupakan transfer ke provinsi.

Proses keuangan diharapkan dipercepat dari awal tahun, saat akan dialihkan ke pasar dan kabupaten/kota.

“Yang kita harapkan, semakin cepat DIPA keluar ya, ayo cepat, semakin cepat cost benefit APBN dirasakan oleh masyarakat,” kata Mead.

Selain itu, Kementerian Keuangan terus mendorong pemerataan penyerapan, kata Mede.

Di Amerika Serikat, Ditjen Perbendaharaan membantu setiap kementerian di wilayahnya untuk mempersiapkan pelaksanaan anggaran agar tidak ada kendala dalam proses penganggaran.

“Di sisi lain, pemerintah mendorong untuk membeli barang dan jasa melalui katalog elektronik sebanyak-banyaknya. Karena proses transaksi bisa langsung dilakukan, tidak ada proses pembelian yang memakan waktu 3 bulan atau bisa terjadi pembatalan lelang,” jelasnya.

Mead menegaskan, APBN 2023 memiliki rasa percaya diri dan tindakan.

Keyakinan berbagai indikator menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia masih baik dibandingkan negara lain.

Tetap disini karena pemerintah terus membatasi dan mengevaluasi opsi yang berbeda.

“Oleh karena itu, kami berharap perekonomian terus berkembang dengan baik,” ujarnya.

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan