Home / Keuangan

Rabu, 14 Desember 2022 - 12:14 WIB

Startup PHK Massal, Era Bakar Duit Sudah Selesai : Media Baca Economy

Jakarta – Banyak start-up di Indonesia yang berhenti beroperasi (Dipecat) Yang terbaru adalah JD.ID yang merumahkan 200 orang atau 30% dari seluruh karyawannya.

Menurut Aviliani, ekonom di Institute for Advanced Economy and Development (INDEF), ada dua alasan untuk memulai hal ini. Salah satunya tidak memiliki ekosistem seperti cabang lainnya.

Baca juga: Viral Boss Prank Pegawai Dipecat, Umroh Kembali ke Keluarga Berbakat

“Sampai saat ini startup Indonesia belum memiliki ekosistem yang kuat. Padahal, startup e-commerce seperti ini harus organik. “Kalau tidak punya ekosistem, tidak bisa hidup,” jelasnya. Pada Selasa (13/12/2022), ia bertemu dengan INDEF School of Political Economy Economic Journalism yang diselenggarakan di Jakarta.

Menurut Aviliani, banyak startup yang masih beroperasi dengan menawarkan diskon besar-besaran kepada pelanggan atau apa yang mereka lihat sebagai cara untuk melunasi hutang. Oleh karena itu, jika diskon tidak diberikan karena kekurangan dana, pelanggan akan pergi.

Baca Juga: JD.ID PHK Besar-besaran, Buruh Dapat 3 Kali Pesangon

“Kalau lagi riset, coba pakai produk dengan muatan seperti itu, misalnya. Pertanyaannya adalah, mengapa Anda menggunakannya? Karena ada diskon. Jika tidak ada diskon, apakah Anda dapat memanfaatkannya atau tidak? Bukankah ini luar biasa? Itu sebabnya, sebagai bank digital, sebagai e-commerce, ekosistem “Harus ada. Kalau tidak ada ekosistem, tidak akan bertahan karena tidak selalu memberikan diskon,” jelasnya.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Alasan kedua, tambah Avilini, banyak aktor pemula yang hanya berbicara tentang mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tanpa melihat lapangan. Banyak perusahaan bingung tentang apa yang harus dilakukan setelah IPO karena mereka tidak memiliki bisnis real estate yang mendasarinya.

Sebenarnya itu hanya memiliki toko tetapi tersedia secara online. Jadi apa yang dia jual dibayar olehnya. Jika Anda hanya dibayar, Anda tidak akan dibayar kecuali Anda melakukan banyak hal. Sekarang uangnya sudah hangus, tidak heran banyak orang yang di-PHK,” ujarnya.

Sumber artikel

Share :

Baca Juga

Keuangan

Makin Ngeri! Ada 9 Investasi Bodong dan 80 Pinjol Ilegal, Masyarakat Hati-Hati : Media Baca Economy

Keuangan

9 Daerah Terkaya di Bali, Surganya Wisata Alam : Media Baca Economy

Keuangan

BUMN Kebut 3 Proyek Besar dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga LRT, Kapan Rampung? : Media Baca Economy

Keuangan

Daftar Bansos yang Cair Lagi di 2023 : Media Baca Economy

Keuangan

Inflasi di Bawah 6%, Menteri Bahlil: Kebijakan Presiden Jokowi Tepat Sasaran : Media Baca Economy

Keuangan

Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya RI, Saham BYAN Meroket 600% Sepanjang 2022 : Media Baca Economy

Keuangan

2,73 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek di Libur Natal, Cek Tanggal Puncak Mudiknya : Media Baca Economy

Keuangan

Ekspor Produk Halal RI Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya : Media Baca Economy