Menu

Mode Gelap
Exclusive dari Qatar: Jelang Kroasia vs Maroko, Vatreni Tetap Anggap Serius Laga Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2022 : Media Baca Bola Resmi! Joni Supriyanto Terpilih sebagai Ketua Umum PB Perbakin Periode 2022-2026 : Media Baca Sports BEI Catat 1 Obligasi dan 1 Saham dalam Sepekan : Media Baca Economy Soal Kembali Bela Prancis di Final Piala Dunia 2022, Karim Benzema Beri Respons Jelas : Media Baca Bola Prediksi Update Ranking BWF Desember 2022: Fajar Alfian Rian Ardianto Naik ke Urutan Kedua : Media Baca Sports

Keuangan · 10 Des 2022 12:55 WIB ·

Usai G20 di Bali, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Bisa Tembus 5,3% : Media Baca Economy


 Usai G20 di Bali, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Bisa Tembus 5,3% : Media Baca Economy Perbesar

Jakarta – Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dan mencapai target 5,2 persen pada 2022.

Diprediksi juga pada tahun 2023 akan menjadi 5,3 persen.

Pada Oktober 2022, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 3,2 persen, dan untuk 2023 menjadi 2,7 persen.

Harga komoditas, terutama harga energi dan pangan, cenderung tinggi dan sangat fluktuatif, menyebabkan inflasi di banyak negara. Sementara itu, inflasi di Indonesia tetap terjaga di level 5,42% (annualized) hingga November 2022.

Baca juga:Jelajahi pertumbuhan ekonomi RI melalui akselerasi digital

“Pemerintah siap memprediksi berbagai permasalahan di dunia global ini. Kita lihat pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022, sampai triwulan III tahun 2022 masih 5,72%. Tahun 2023, sebagian besar indikator dan saat ini indikator utama masih di atas 5%. “Kami percaya itu akan terjadi. Tapi kita masih lebih baik dari banyak negara,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta Susiwijono Mojiarso, Sabtu (12/10/2022).

Selain itu, kata Susiwijono, hasil KTT G20 yang merupakan deklarasi para pemimpin Kelompok 20 Bali telah menjadi solusi bersama atas berbagai permasalahan di dunia.

Baca juga: Peduli terhadap penderita kanker, donasi rambut terus berlanjut bersama Lifebuoy dan MNC Peduli.

Keberhasilan pertemuan G20 di Indonesia juga menunjukkan telah memulihkan kepercayaan banyak negara untuk menyelesaikan masalah global, meningkatkan kepercayaan pada kepemimpinan dan memperkuat komitmen negara-negara terhadap isu-isu internasional yang paling mendesak.

Indonesia telah menerima banyak manfaat dari kepresidenan G20, seperti Dana Infrastruktur Berkualitas Amerika Serikat dan rencana Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (PGII), total $600 miliar dalam komitmen pendanaan dan dukungan keuangan dari G7. Penarikan Organisasi Tenaga Listrik di bawah program Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai $20 miliar ke negara-negara yang mengembangkan kendaraan, teknologi, dan energi listrik berbasis fosil di Indonesia.

“Beberapa program komitmen investasi ini sangat penting, terutama transisi energi. Pengaruh langsung dan tidak langsung di semua bidang, tidak hanya untuk sektor teknis, tetapi kewajiban dalam hal keuangan. kata Susvijono.

Selain itu, Indonesia akan menjadi ketua ASEAN pada tahun 2023. Selama krisis global saat ini, GSP telah menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dari rata-rata global.

Artikel musim panas

Sumber artikel

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Deretan BLT dan Bansos yang Cair di Tahun Baru 2023 : Media Baca Economy

2 Januari 2023 - 09:12 WIB

Ucapkan Tahun Baru 2023, Susi Pudjiastuti: Semoga Semuanya Lebih Baik : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 19:10 WIB

Sri Mulyani Rayakan Tahun Baru 2023 di Atas Roof Top Bintaro : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 17:00 WIB

1,1 Juta Penumpang Naik Kapal Selama Libur Nataru, Naik 71,2% : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 14:55 WIB

Tenang! Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Januari-Maret 2023 : Media Baca Economy

1 Januari 2023 - 11:40 WIB

Sri Mulyani Masih Bereskan Pekerjaan Sebelum 2022 Berakhir : Media Baca Economy

31 Desember 2022 - 21:44 WIB

Trending di Keuangan